Bukan Sekadar Cinta, Ini Seni Berumah Tangga
SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang kembali menggelar kegiatan Kajian Guru dan Karyawan yang penuh makna. Kajian kali ini disampaikan oleh Ust. Bambang Wibowo, S.Pd. dengan tema yang begitu dekat dengan kehidupan setiap insan, yaitu “Seni Memahami Rumah Tangga.”
Mengawali kajian, Ust. Bambang menyampaikan bahwa Allah SWT menciptakan makhluk-Nya secara berpasang-pasangan. Sebagaimana terkandung dalam QS. Ar-Rum ayat 21, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua manusia, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan ketenteraman, cinta, dan kasih sayang.
Namun, membangun rumah tangga tentu membutuhkan ilmu dan perjuangan. Tingginya angka perceraian menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi, kemandirian, lemahnya pemahaman terhadap pasangan, serta kurangnya rasa syukur dapat menjadi tantangan besar dalam kehidupan rumah tangga.
Belajar Menjadi Pasangan yang Lebih Baik
Dalam kajian tersebut, para guru dan karyawan diajak untuk memahami bagaimana Islam memberikan tuntunan dalam menjalankan peran sebagai istri maupun suami.
7 ciri istri idaman dan shalihah menurut Islam yang disampaikan antara lain:
- Taat kepada Allah SWT.
- Rajin mengaji dan mengamalkan Al-Qur'an.
- Menjaga aib dan kehormatan suami.
- Sabar dalam menghadapi ujian.
- Berhias untuk suami.
- Patuh kepada suami dalam perkara kebaikan.
- Menjaga rumah serta mendidik anak dengan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, seorang suami ideal juga memiliki karakter yang tidak kalah penting, yaitu:
- Gemar beribadah.
- Bersikap lembut.
- Penuh perhatian.
- Adil dalam menimbang persoalan.
- Ringan tangan dan mau bekerja ketika berada di rumah.
- Memiliki keberanian.
- Mampu menjadi pribadi yang menyenangkan dan suka bercanda.
Pesan yang Menyentuh Hati
Kajian semakin terasa hangat ketika disampaikan pesan sederhana, tetapi begitu dalam maknanya.
Untuk para istri:
“Sayangilah suamimu selagi masih ada di sisimu. Hargailah setiap perjuangannya dan jadilah tempat ternyaman bagi suamimu.”
Untuk para suami:
“Sayangilah istrimu dengan tulus. Hargailah setiap pengorbanannya dan dengarkan setiap keluh kesahnya.”
Rumah tangga bukan tentang mencari pasangan yang sempurna. Justru, rumah tangga adalah perjalanan untuk belajar memahami kekurangan, menerima perbedaan karakter, saling menguatkan, dan bertumbuh bersama.
Melalui kegiatan Kajian Guru dan Karyawan ini, keluarga besar SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang kembali diingatkan bahwa keharmonisan keluarga tidak hadir begitu saja. Ia dibangun melalui iman, kesabaran, komunikasi, rasa syukur, perhatian, dan kemampuan memahami satu sama lain.
Sebab terkadang, yang dibutuhkan pasangan bukan seseorang yang sempurna, tetapi seseorang yang mau belajar memahami.
Semoga setiap keluarga senantiasa diberikan keberkahan dan mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Cubitan Qolbu: Menemukan Ketenangan Saat Hati Bertemu Allah
Dalam hiruk pikuk kehidupan dan padatnya aktivitas sekolah, penting bagi kita untuk sesekali menyentuh hati dan menenangkan jiwa. Melalui renungan berjudul “Cubitan Qolbu”,
Jangan Kagum pada Dunia: Saat Pandangan Salah, Hati Jadi Keras
Hindarilah tontonan dan hiburan yang menjadikan hati keras, memperbanyak angan-angan, serta menumbuhkan cinta berlebihan terhadap dunia. Sering kali, kita kagum dengan kehidupan mewah o
Saat Semua Pergi, Hanya Allah yang Tetap di Sini
Dalam perjalanan hidup, kita sering menemukan diri berada di titik paling rendah — saat harapan seolah pupus, dan jalan keluar tak kunjung tampak. Di saat seperti itulah, bibir in
Bagaimana cara hidup kita, demikianlah cara mati kita
Orang yang selalu berbuat baik, insya Allah dia akan mati dalam kondisi berbuat baik. Orang yang selalu berbuat jahat, dia pun akan mati dalam kondisi berbuat jahat. Orang yang jarang
PASTI ADA JALAN KELUAR!
Jangan Menyerah, Karena Pertolongan Allah SWT Itu Nyata Hidup tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kita harus melalui masa-masa sulit—rezeki terasa sempit, ujian hidup datang
SEGERALAH BERAMAL SHOLIH, SEBELUM DATANG FITNAH!
Jangan menunda atau menunggu nanti untuk beramal sholih, karena belum tentu nanti masih ada kesempatan.Rasulullah ﷺ bersabda, بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَن
TAK USAH MEMBANDINGKAN
Tak usah membanding-bandingkan, jatahmu sudah yang paling pas dan yang terbaik dari Allah ﷻ Belum menikah, belum memiliki keturunan, belum punya pekerjaan mapan, belum lulus, belum s
SUNGGUH MERUGI
Termasuk kerugian besar yaitu adanya kesempatan tapi tidak maksimal digunakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ورَغِمَ أنفُ رجلٍ دخل عليه ر
JADIKAN AKHIRAT DI HATIMU
Kenapa kebanyakan manusia lebih memilih dunia serta rela mengorbankan akhirat yang kekal abadi ? Kenapa mereka mencari dunia sekuat tenaga, habis-habisan, padahal tidak akan dinikmati s
SEGERALAH BERLARI KEPADA ALLAH
Hidup identik dengan masalah, kesusahan, dan beragam ujian. Maka, setiap yang hidup pasti akan diuji dengan aneka masalah. Maka, saat masalah datang menghampiri, keep calm dan jangan me