SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang

Jl. Pandansari 875 - Ajibarang - Banyumas

Unggul dalam Prestasi dan Berakhlak Mulia

Produktif dan Berpenghasilan Selama Pandemi? Itu Prestasi.

Selasa, 14 Juli 2020 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 122 Kali

Produktif dan Berpenghasilan Selama Pandemi? Itu Prestasi.

Penulis: Valesca Nanda Lovana (XII OTKP 1)

 

Berawal dari munculnya hastag #dirumahaja masyarakat diharuskan menjalani masa karantina hingga pandemi Covid-19 ini rampung. Tak kunjung usai, masyarakat merasa bosan namun ada pula yang merasa lebih banyak waktu luang yang dimiliki. Alhasil, dapat membuat orang lain termotivasi untuk lebih produktif.

Salah satunya Kegiatan bercocok tanam, tidak sedikit dari masyarakat memilih alternatif ini untuk mengisi waktu luang selain dengan bersepeda. Tak hanya golongan tua, generasi muda pun tak kalah gencarnya.

Contohnya adalah Kurniawati (XII OTKP 2) salah satu siswi SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang ini mengisi waktu luangnya dengan membantu Saudaranya bercocok tanam.

"Gimana ya jelasinnya, sebenarnya itu bukan usaha tapi iseng iseng aja waktu lockdown eh ternyata malah berhasil."

Berawal dari ke-isengan inilah yang justru membawa keberuntungan tersendiri bagi Kurniawati. Proses menanam hingga merawatnya bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Mulai dari menyiapkan wadah namun ada juga yang ditanam dalam polibag. Kemudian mencari merang, tanah bekas buangan sampah, pupuk dari kotoran kambing, merawat dan menyiramnya setiap hari. Belum lagi harus ekstra sabar menunggu mangsa panen, seperti kangkung membutuhkan sekitar 25-30 hari, untuk cesin cukup lama sampai cesin tersebut tua baru bisa dipanen, sedangkan cabai menunggu tanamannya tinggi dan berbuah cabai.

"Kebetulan tetanggaku punya kambing, ngga susah carinya cuma ngambil kotorannya yang agak gimana gitu" tambahnya.

Kurniawati mengaku bahwa sampai dengan sekarang ini tanamannya memang belum dipasarkan. Hanya dibagikan kepada tetangga sekitar dan untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarganya bahkan kangkung yang telah panen milik Kurniawati sangat cocok jika dijadikan masakan plecing.

Kangkung dan cesin dalam proses menunggu masa panen (5/7)

Sebenarnya banyak yang memberinya saran agar hasil panennya dijual pada supermarket. Dirinya berniat akan menjual Cesin saat panen nanti, namun jika menjual pada supermarket harus mendapat ijin terlebih dahulu dan prosedur yang cukup ribet maka Kurniawati dan Saudaranya berpikir untuk menjualnya di Pasar, hanya saja nantinya harga jual di Pasar sedikit diatas harga jual di Supermarket karena perawatannya yang tidak main-main.

"Bagian paling susah waktu ganti tanah sama nambah merang, itu bagian paling melelahkan." Ungkapnya lagi.

Kegiatan produktif lainnya juga dilakukan oleh Afda Nur Hasbi (XII OTKP 1), pelajar asal kecamatan Jatilawang yang juga bersekolah di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang. Tak jauh berbeda dengan Kurniawati hanya saja Afda mengawali kegiatan bercocok tanam ini sejak 3 tahun silam.  Terlebih, semenjak masa karantina ia jadi punya banyak waktu luang dirumah tentu membuatnya semakin fokus untuk menjadikan usaha bercocok tanam ini terus berkembang.

Bersama dengan Saudaranya ia semakin bersemangat menjalani bisnis ini. Saudaranya juga lah yang mengeluarkan modal untuk seluruh perlengkapan seperti tanah, pupuk, abu, merang dan lain sebagainya. Sedangkan, Afda bertugas membantu mengelola, merawat dan memasarkan tanamannya.

"Awal mulanya hanya ingin menggali ilmunya karena Paklik (Om/paman) baru pulang dari magang di Jepang, usaha kaya gitu, awalnya ikut-ikutan aja eh ternyata menghasilkan akhirnya tertarik." Tuturnya melalui aplikasi pesan singkat (4/7).

Proses pencarian abu,tanah,pupuk,merang sebagai media tanam

 

Dalam penjualannya Afda mengungkapkan bahwa hal tersebut bergantung pada permintaan konsumen. Seperti halnya pada Maret lalu bukannya sayuran justru bungalah yang lebih laris diminati pembeli. Biasanya pembeli berasal dari kalangan orang yang bekerja di Pertanian atau bahkan seorang mahasiswa yang nantinya akan dijadikan bahan tugas untuk kuliahnya.

".... Tergantung dari pesanan, kalo lagi musim borongan ya tekun sekali, kalo sepi ya paling nanam sama coba coba bibit yang bagus ...." tambahnya.

Uniknya dari usaha ini adalah bunga yang biasa ada ditepian jalan seringkali orang lain menganggap bunga tersebut tak ada harganya padahal jika dirawat dengan baik akan menjadi bunga yang cantik dan memiliki nilai jual yang tinggi, contohnya Bunga kertas, Bunga Jengger ayam, begitulah menurutnya.

Disamping itu, belakangan ini Afda juga ikut serta membantu dan bekerja di Pabrik Air Minum. Berdirinya Pabrik yang belum terlalu besar ini berawal dari ditebasnya pohon beringin besar alih-alih memancarkan sumber mata air, lama kelamaan akhirnya dijadikan suatu usaha. Karena tanah tempat Pabrik tersebut tidak mempunyai pemilik sesungguhnya, maka keuntungan akan dibagi menjadi 2. Pertama untuk 4 orang (termasuk Afda) yang mengelola Pabrik Air Minum. Kedua, untuk masjid karena tanah pabrik berada disamping masjid.

Menjadi entrepreneur tentu bukan perkara yang mudah. Namun, realitanya sekarang banyak generasi muda yang sudah mulai bergerak, pait manisnya mereka nikmati, tetap mereka tekuni, inovasi dan kreasi juga sangat dibutuhkan. Seberat apapun, semua itu akan memberikan dampak positif bagi pengembangan karakter dan mental.

Manfaatkan sebaik mungkin masa muda mu sebelum datang masa tua mu. Sudah seproduktif apa kamu sebesar ini khususnya selama masa karantina diri?

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Bambang Wibowo, S.Pd.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia dan hidayah-Nya, sehingga kita semua dapat membaktikan segala hal yang kita…

Selengkapnya

KATEGORI

JAJAK PENDAPAT

Menurutmu bagaimana tampilan dari website sekolah ini ?

LIHAT HASIL