SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang

Jl. Pandansari 875 - Ajibarang - Banyumas

Unggul dalam Prestasi dan Berakhlak Mulia

SMK Muhammadiyah Mengadakan Deklarasi Anti Perundungan dalam event Roots Day

Rabu, 24 November 2021 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 141 Kali

Roots Day merupakan hari unjuk informasi dan kreasi siswa tentang pencegahan perundungan di sekolah yang dipelopori oleh Siswa Agen Perubahan dan melibatkan semua elemen warga sekolah. SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang sebagai SMK Pusat Keunggulan dituntut untuk dapat menjadi agen perubahan, salah satunya dengan menyelenggarakan Roots Day yang bertujuan untuk menularkan perilaku positif kepada seluruh warga sekolah dengan mengampanyekan pesan anti perundungan dan mengajak seluruh siswa sekolah untuk melakukan deklarasi dan komitmen anti perundungan di sekolah.

Untuk mencegah perundungan, Roots Day di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang digelar pada hari Sabtu, 20 November 2021 di Indoor SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang yang dilakukan secara luring (tatap muka terbatas) dengan menerapkan protokol kesehatan. Mengingat masih dalam masa pandemi, kegiatan juga dilakukan secara daring/virtual melalui Live YouTube bagi guru dan siswa yang berhalangan hadir. Sebelum Roots Day dilaksanakan, Fasilitator Guru telah memberikan panduan kepada Siswa Agen Perubahan untuk mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan tersebut dan melakukan diskusi untuk menentukan waktu, agenda dan desain acara/format pelaksanaannya termasuk menentukan peran setiap Agen Perubahan selama acara berlangsung. Kegiatan Roots Day dibuka dengan basmallah, dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al Qur'an, sambutan-sambutan, penampilan dari guru P5BK, dilanjutkan dengan acara inti yaitu Pembacaan Deklarasi dan Penandatanganan Stop Bullying (Anti Perundungan), persembahan dari Siswa Agen Perubahan dan puncaknya adalah persembahan tari saman oleh siswa agen perubahan sebagai simbolis bahwa untuk mencegah adanya perundungan dibutuhkan kerjasama dan keserasian seperti gerakan-gerakan kompak pada tari saman.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang beserta staf/jajarannya, Siswa Agen Perubahan/Tim Anti  Perundungan, utusan/perwakilan dari setiap ekstrakurikuler, semua guru Bimbingan Konseling, guru-guru P5BK dan beberapa guru mata pelajaran. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang, Bapak Bambang Wibowo, S.Pd. berpesan kepada seluruh warga sekolah untuk saling menghargai, menyayangi dan menghormati agar tidak ada lagi perundungan di sekolah, Bapak Kepala Sekolah juga memberi hadiah kepada 3 siswa sebagai apresiasi atas tindakan mereka yang berbudi pekerti luhur, hal ini membuktikan bahwa setiap tindakan baik berawal dari pendidikan keluarga dan di sekolah.

Ibu Septi, Penanggung jawab Agen Perubahan SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang dalam sambutannya sangat mengapresiasi adanya pembentukan Tim Anti Bullying di sekolah yang dipelopori oleh Siswa, yang seluruhnya berjumlah 30 siswa dan berharap bullying di sekolah akan berangsur-angsur hilang sampai tidak ada, dan menyatakan dengan tegas agar siswa korban bullying tidak takut untuk melaporkan jika menerima tindakan bullying. Oleh karena itu support dari semua elemen agar berperan aktif sehingga  tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk perundungan.

 

Kegiatan Roots Day sebenarnya merupakan bagian dari Program “Roots Indonesia” yang dikembangkan oleh UNICEF Indonesia dan Kemendikbudristek untuk pencegahan perundungan berbasis sekolah dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan untuk membantu menciptakan iklim yang positif di sekolah.  Program ini hanya menargetkan siswa tertentu sebagai agen perubahan untuk menyebarkan pesan anti perundungan dengan cara-cara yang datang dari diri mereka sendiri, memberikan inspirasi dan membuat perubahan positif, dan menyebarkan perilaku positif kepada siswa lainnya untuk menciptakan iklim positif di sekolah. SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang berkomitmen dalam menghapus perundungan di lingkungan pendidikan. Tim Anti Perundungan sangat mengharapkan kepada semua warga sekolah dan peran serta masyarakat untuk melaporkan jika mengalami atau menyaksikan perundungan di sekolah kepada pihak sekolah atau kepada pihak lain yang berwenang. Melalui gerakan anti perundungan ini diharapkan dapat melahirkan ribuan agen perubahan yang siap menyebarkan virus kebaikan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan pada anak di sekolah maupun di luar sekolah

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Bambang Wibowo, S.Pd.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia dan hidayah-Nya, sehingga kita semua dapat membaktikan segala hal yang kita…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Menurutmu bagaimana tampilan dari website sekolah ini ?

LIHAT HASIL